Sinergi Pemerintah, Mahasiswa dan Warga, Aksi Bersih-Bersih Tanggul Bajoe Jadi Wujud Kepedulian Lingkungan

BONE, WAJAHNEGERI.COM – Semangat kepedulian terhadap kebersihan lingkungan ditunjukkan melalui aksi gerakan bersih-bersih atau kerja bakti bersama di kawasan Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Ahad (1/11/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di sepanjang kawasan Pelabuhan Bajoe hingga Tanggul Bajoe tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, kalangan mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Aksi peduli lingkungan ini dipimpin langsung Camat Tanete Riattang Timur, A. Habibie, S.T., M.Si., bersama Lurah Bajoe, Apriadi, S.Sos., M.Si. Kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bone dari sejumlah gabungan organisasi dan komunitas, di antaranya UNM Bone Peduli Lingkungan Bersih, Pramuka, Kelompok Pecinta Alam, serta Mahasiswa Pecinta Alam. Sejumlah warga Kelurahan Bajoe juga ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Keterlibatan berbagai elemen ini memperlihatkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran, kepedulian, dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Tanete Riattang Timur, A. Habibie, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa, organisasi kampus, serta masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian dan mengambil bagian secara langsung dalam aksi bersih-bersih tersebut.

Menurutnya, kegiatan kerja bakti seperti ini memiliki makna lebih luas daripada sekadar membersihkan sampah dan lingkungan. Ada nilai kebersamaan, tanggung jawab sosial, serta pendidikan karakter yang perlu terus dibangun melalui tindakan nyata.

“Menjaga kebersihan lingkungan tidak boleh hanya dilakukan ketika ada kegiatan kerja bakti atau ketika ada penilaian. Kebersihan harus menjadi budaya dan tanggung jawab bersama yang dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap A. Habibie.

Ia juga menegaskan bahwa kawasan Pelabuhan Bajoe hingga Tanggul Bajoe merupakan salah satu kawasan yang perlu mendapat perhatian bersama, sehingga kebersihan dan kenyamanannya harus senantiasa dijaga.

“Kami berharap keterlibatan mahasiswa dan masyarakat seperti hari ini tidak berhenti sampai di sini. Mari kita bangun kepedulian bersama, mulai dari hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga fasilitas umum, serta saling mengingatkan demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata,” pesannya.

Sementara itu, Lurah Bajoe, Apriadi, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bone bersama masyarakat merupakan bentuk sinergi positif yang patut diapresiasi.

Ia menilai kehadiran generasi muda dalam kegiatan sosial dan lingkungan menjadi energi positif untuk mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan wilayah.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi mahasiswa dari berbagai organisasi dan komunitas kampus, serta masyarakat Kelurahan Bajoe yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk bersama-sama melaksanakan kerja bakti ini. Ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan tempat kita tinggal dan beraktivitas,” ujar Apriadi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab pemerintah semata, tetapi sebagai kebutuhan dan kewajiban bersama.

“Harapan kami, semangat gotong royong ini terus terpelihara. Jangan menunggu lingkungan kotor baru bergerak membersihkan. Mari membiasakan diri menjaga kebersihan setiap hari, karena lingkungan yang bersih mencerminkan kesadaran, kedisiplinan, dan kepedulian masyarakatnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, aksi bersih-bersih di kawasan Pelabuhan Bajoe hingga Tanggul Bajoe ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya gotong royong sekaligus membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat menjadi bukti bahwa perubahan lingkungan yang lebih baik dapat dimulai dari kebersamaan dan tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Sebab, lingkungan yang bersih bukan hanya menciptakan kawasan yang indah dan nyaman dipandang, tetapi juga menjadi cerminan kepedulian, tanggung jawab, dan kualitas kehidupan masyarakat.

(Zul/Red).

Baca Juga:  Wabup Bone Pimpin Rakor Optimalisasi PAD, Tekankan Sinergi OPD dan Inovasi Pendapatan

Pos terkait