Pantang Surut Diguyur Hujan, Camat Tanete Riattang Timur Gencarkan Intervensi Wilayah Menuju Adipura 2026

BONE, WAJAHNEGERI.COM– Semangat menjaga kebersihan lingkungan dan mewujudkan Kabupaten Bone yang bersih terus ditunjukkan jajaran Pemerintah Kecamatan Tanete Riattang Timur. Meski diguyur hujan deras, kegiatan Jalan Pagi dan Intervensi Wilayah Jilid II dalam rangka persiapan menghadapi Penilaian Adipura Kabupaten Bone Tahun 2026 tetap dilaksanakan di Kelurahan Waetuwo, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Tanete Riattang Timur, A. Habibie, S.T., M.Si., bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat. Turut mendampingi Sekretaris Camat Tanete Riattang Timur, A. Supardi, S.E., Lurah Waetuwo Ikbal, S.H.I., serta Tim Kesehatan UPT Puskesmas Bajoe.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan pemerintah daerah bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam meningkatkan kebersihan, keindahan, serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Intervensi wilayah dilakukan secara berkelanjutan sebagai langkah nyata membangun budaya hidup bersih sekaligus mendukung persiapan penilaian Adipura Kabupaten Bone Tahun 2026.

Camat Tanete Riattang Timur, A. Habibie, S.T., M.Si., menegaskan bahwa kondisi cuaca bukan menjadi alasan untuk menghentikan upaya menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama dan dilaksanakan secara konsisten, bukan hanya ketika menjelang penilaian Adipura.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Kelurahan Waetuwo dan seluruh kelurahan di Kecamatan Tanete Riattang Timur, agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Jangan membuang sampah sembarangan, baik di jalan, saluran drainase maupun di tempat-tempat umum. Mari kita mulai dari lingkungan rumah sendiri dengan membersihkan halaman, selokan, dan memastikan sampah dibuang pada tempat yang telah disediakan,”ujar Habibie.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan maupun pemerintah dalam menjaga lingkungan. Partisipasi aktif seluruh warga sangat diperlukan agar kebersihan dapat terjaga secara berkelanjutan.

“Kami berharap masyarakat memiliki kesadaran dan kedisiplinan untuk menjaga kebersihan setiap hari. Jangan menunggu ada kegiatan kerja bakti atau penilaian Adipura baru membersihkan lingkungan. Jadikan kebersihan sebagai kebiasaan dan budaya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bone Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, H. Barham, S.T., M.M., yang juga merupakan salah satu koordinator kegiatan Jalan Pagi dan Intervensi Wilayah Jilid II, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk keseriusan dan sinergi lintas sektor dalam mendukung persiapan Penilaian Adipura Kabupaten Bone Tahun 2026.

Menurutnya, gerakan menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan komitmen, kedisiplinan, serta keterlibatan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat. Karena itu, kegiatan intervensi wilayah harus terus digencarkan dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

“Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat. Melalui kegiatan jalan pagi dan intervensi wilayah ini, kita ingin memastikan bahwa kepedulian terhadap kebersihan benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan,”ujar H. Barham.

Ia juga menegaskan bahwa persiapan Adipura tidak boleh hanya berorientasi pada penilaian, tetapi harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.

“Saya berharap seluruh jajaran pemerintah kecamatan, kelurahan, OPD terkait, serta masyarakat terus memperkuat koordinasi dan gotong royong. Jangan membuang sampah sembarangan, jaga kebersihan halaman rumah, saluran air, jalan lingkungan, dan fasilitas umum. Apa yang kita lakukan hari ini harus menjadi kebiasaan yang terus dipertahankan, bukan hanya untuk menghadapi Adipura 2026, tetapi demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan tertata,”ungkapnya.

Di sisi lain, Camat Tanete Riattang Timur bersama jajaran menegaskan bahwa gerakan kebersihan akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan di seluruh wilayah Kecamatan Tanete Riattang Timur. Upaya tersebut tidak semata-mata untuk memenuhi indikator Penilaian Adipura, tetapi juga merupakan bentuk pelayanan dan tanggung jawab pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat.

Melalui kegiatan Jalan Pagi dan Intervensi Wilayah Jilid II ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, OPD, pemerintah kecamatan, kelurahan, tenaga kesehatan, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan Kabupaten Bone yang bersih, sehat, indah, dan berkelanjutan menuju Adipura 2026.

(Zul/Red)

Baca Juga:  Bupati Bone Salat Subuh Berjamaah di Masjid Andalas, Sampaikan Program Prioritas dan Apresiasi Dukungan Warga

Pos terkait