WAJAHNEGERI.COM, BONE — Maraknya perkelahian antar-kelompok anak usia sekolah di wilayah Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, dalam beberapa malam terakhir, direspons aparat kepolisian dengan patroli rutin di wilayah tersebut, Kamis (1/10/2026).
Bhabinkamtibmas Kelurahan Panyula, Aipda H. A. Rusman, mengatakan, patroli telah dilakukan selama beberapa malam terakhir menyusul seringnya terjadi perkelahian antar-kelompok remaja usia sekolah di Tanete Riattang Timur.
“Mungkin bisa dilibatkan semua pemerintah di tingkat kelurahan dan kepala lingkungan untuk membantu kami melakukan pendataan, serta membantu menghadirkan para orang tua dari kelompok tersebut di tiap kelurahan, supaya kami lebih mudah melakukan pembinaan dan meminimalisasi kejadian serupa,” ujarnya.
Tiga Kejadian dalam Satu Malam
Ia mengungkapkan, dalam patroli Rabu malam (30/9/2026), terdapat sejumlah kejadian, di antaranya:
Perkelahian dan penyerangan di Kelurahan Pallette, yang diduga dilakukan gabungan kelompok Waetuwo dan Panyula;
Pembubaran kelompok yang berbeda di Lapecce, Kelurahan Panyula, dan Kelurahan Toro, serta mendatangi tempat berkumpul masing-masing kelompok yang hendak saling menyerang;
Pembubaran gabungan pemuda dari luar Tanete Riattang Timur yang mengonsumsi minuman keras di sekitar area persawahan Kelurahan Panyula.
Dorongan Sinergi 3 Pilar Kamtibmas
Menurut Aipda Rusman, Tiga Pilar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) — lurah, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa — harus saling bersinergi melakukan tindakan pencegahan, mengingat sebagian terduga pelaku masih di bawah umur.
Menanggapi hal tersebut, Lurah Panyula, Taqwa Alam Rasul, S.Sos., menyatakan kesiapannya mendukung langkah kepolisian dalam pendataan dan pembinaan remaja di wilayahnya.
“Kami di tingkat kelurahan bersama para kepala lingkungan siap membantu pendataan anak-anak yang terindikasi terlibat, dan akan menghadirkan orang tua mereka untuk bersama-sama dilakukan pembinaan. Ini anak-anak kita semua, tanggung jawab kita bersama,” kata Taqwa Alam Rasul.
Ia juga menyoroti keterlibatan pemuda dari luar wilayah Tanete Riattang Timur dalam sejumlah kejadian tersebut.
“Ada juga yang berasal dari luar Tanete Riattang Timur. Karena itu, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan tetangga agar pembinaan dan pengawasan dilakukan bersama-sama, tidak hanya di wilayah kami,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Tanete Riattang Timur, A. Habibie, S.T., M.Si., menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh lurah untuk mengaktifkan kembali sinergi Tiga Pilar Kamtibmas bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa di masing-masing kelurahan.
“Kami mengajak para lurah, kepala lingkungan, tokoh masyarakat, dan terutama para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak kita, khususnya pada malam hari. Jangan biarkan mereka berkumpul tanpa arah yang jelas,” tegas A. Habibie.
Menurutnya, karena sebagian terduga pelaku masih di bawah umur dan ada yang berasal dari luar kecamatan, penanganan tidak bisa hanya mengandalkan tindakan kepolisian, tetapi harus mengedepankan pencegahan dan pembinaan.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan asal pemuda-pemuda tersebut serta pihak sekolah, supaya pembinaan berjalan menyeluruh. Harapannya, kejadian serupa tidak terulang dan situasi kamtibmas di Tanete Riattang Timur kembali kondusif,” pungkasnya.
(Zul/Red).
Marak Perkelahian Antar-Kelompok Pelajar di Tanete Riattang Timur, Bhabinkamtibmas Patroli Tiap Malam





