BONE, WAJAHNEGERI.COM— Semangat kekeluargaan dan nilai-nilai perkaderan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali terasa dalam sebuah kunjungan penuh makna di Sekretariat HMI Komisariat Uniasman, Jalan A. Celleng, Kelurahan Cellu.
Di tengah kesibukan dan berbagai aktivitas, kehadiran senior alumni HMI, Kakanda Dr. H. Andi Abbas Yunus, S.H., M.H., M.Si., menjadi bukti bahwa ikatan persaudaraan dan semangat pengabdian dalam tubuh HMI tidak pernah lekang oleh waktu.
Kakanda Dr. H. Andi Abbas Yunus yang merupakan mantan Ketua BEM STIH sekaligus mantan Sekretaris HMI Cabang Bone, dikenal sebagai salah satu senior yang memiliki peran penting dalam perjalanan awal masuk dan berkembangnya organisasi HMI di Kabupaten Bone.
Dalam kunjungan tersebut, beliau didampingi Kakanda Dr. Hasanuddin yang akrab disapa KK Acaa. Kehadiran keduanya bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan momentum mempererat hubungan antargenerasi sekaligus memberikan energi baru bagi kader-kader HMI Komisariat Uniasman.
Dalam suasana penuh keakraban, Kakanda Andi Abbas Yunus menyampaikan motivasi dan nasihat kepada adinda-adinda agar senantiasa konsisten dalam menjalani proses perkaderan, menjaga kehormatan organisasi, serta terus meningkatkan kapasitas intelektual dan kualitas pengabdian kepada umat dan bangsa.
Salah satu pesan penting yang ditekankan adalah pentingnya menjaga independensi HMI sebagai organisasi mahasiswa yang harus senantiasa berdiri di atas prinsip kebenaran dan keadilan.
“Menjaga independensi organisasi berarti memastikan lembaga dapat berjalan secara objektif, adil, dan bebas dari campur tangan, kooptasi, maupun tekanan pihak eksternal, termasuk kepentingan politik. HMI harus tetap memiliki sikap kritis, mandiri, serta berpegang teguh pada nilai-nilai perjuangan organisasi,” demikian pesan yang disampaikan.
Kepedulian Kakanda Andi Abbas Yunus tidak berhenti pada penyampaian motivasi dan nasihat. Lebih dari itu, beliau juga menunjukkan dukungan nyata terhadap keberlangsungan aktivitas organisasi melalui bantuan pembangunan gedung sekretariat permanen bagi HMI Komisariat Uniasman.
Tidak hanya itu, dukungan tersebut juga diwujudkan melalui pemberian fasilitas berupa kanopi dan sejumlah perlengkapan penunjang sekretariat dengan nilai bantuan yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian dan kepedulian seorang senior terhadap keberlanjutan proses perkaderan. Kehadiran sekretariat yang representatif diharapkan dapat menjadi ruang konsolidasi, diskusi intelektual, pengembangan kapasitas kader, serta tempat tumbuhnya gagasan dan gerakan mahasiswa.
Salah seorang kader, Wandi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta kepedulian para senior alumni yang masih terus meluangkan waktu dan memberikan kontribusi nyata bagi adinda-adinda di komisariat.
Menurutnya, kehadiran senior bukan hanya memberikan motivasi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjuangan dalam HMI merupakan proses panjang yang membutuhkan kebersamaan, keteladanan, dan tanggung jawab lintas generasi.
“Terima kasih kepada senior alumni yang masih terus hadir, peduli, dan membersamai perjalanan adinda-adinda. Sebab, sejatinya menjadi senior bukan hanya tentang pernah berproses di HMI, tetapi tentang bagaimana tetap menjadi bagian dari perjuangan dan terus memberikan manfaat bagi generasi penerus,” ujar Wandi.
Kunjungan tersebut menjadi gambaran bahwa nilai-nilai kekeluargaan HMI tidak berhenti ketika seseorang menyelesaikan masa kepengaderannya. Justru, pengalaman dan pengabdian para senior diharapkan menjadi warisan keteladanan yang terus menghidupkan semangat perjuangan generasi berikutnya.
Sebab, organisasi yang kuat bukan hanya dibangun oleh kader yang sedang berproses, tetapi juga oleh para senior yang tidak pernah melupakan akar perjuangannya.
(Zul/Red)
Senior Alumni HMI, Teladan yang Tak Pernah Berhenti Mengabdi





