Siswa SMA Islam Athirah Bone Raih Medali Perak OPSI 2025, Lolos Pra Pembinaan Internasional YIC 2026

WajahNegeri.com, Bone – Kabar membanggakan kembali datang dari SMA Islam Athirah Bone. Dua Siswa terbaiknya Muh.Rijal dan Salwa Salsabilah, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan berhasil meraih Medali Perak pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia bidang Ilmu Pengetahuan Terapan (IPT) jenjang SMA.

Prestasi ini diraih melalui karya inovatif berjudul “AGRITEVO: Optimalisasi Pertumbuhan Kecambah Padi menggunakan ESP32 berbasis Internet of Things (IoT) sebagai Agriculture Technologi Revolution” sebuah gagasan yang lahir dari kepedulian terhadap sektor pertanian, khususnya optimalisasi pertumbihan padi sebagai komuditas utama bangsa.

Proyek AGRITEVO menghadirkan solusi berbasis teknologi dengan memanfaatkan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi sistem Internet of Things untuk memantau dan mengoptimalkan pertumbihan kecambah padi secara lebih presisi dan efisien. Inovasi ini bukan sekedar karya ilmiah, melainkan wujud nyata konstribusi generasi muda terhadap masa depan pertanian Indonesia.

Keberhasilan ini tidak berhenti pada raihan medali, namun Muh.Rijal dan Salwa Salsabilah kembali mencatatkan kebanggaan dengan terpilih mengikuti program lanjutan OPSI 2025 yaitu pra pembinaan untuk ajang internasional Young Investor Chalenge (YIC) yang dilaksanakan 2 – 6 Maret 2026 di Jakarta.

Dari total 12 tim terbaik dari tingkat nasional yang terpilih terdiri dari 9 tim bidang IPT dan 3 bidang IPA, Tim AGRITEVO salah satu diantaranya, sebuah capaian luar biasa yang menempatkan mereka dalam barisan inovator muda Indonesia yang akan dipersiapkan menuju panggung internasional.

Rasa haru dan bangga turut dirasakan oleh pembimbing Deby Rizky Ramadhana, S.T dan Wahida Febriya Ramadhani, M.Si yang setia mendampingi proses riset sejak awal perumusan ide hingga tahap kompetisi. Begitupula Kepala Sekolah SMA Islam Athirah Bone, Syamsul Bahri, S.Pd.I.,M.Pd., yang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan budaya riset di lingkungan Sekolah.

Di balik keberhasilan ini, ada proses panjang yang penuh tantangan revisi proposal hingga larut malam, pengujian alat yang berulang kali, diskusi tanpa lelah dan keyakinan bahwa karya anak daerah mampu bersaing di kancah Nasional dan Internasional.

Prestasi Muh.Rijal dan Salwa Salsabilah menjadi bukti bahwa inovasi tidak mengenal batas wilayah. Dari Bone Sulawesi Selatan, lahir gagasan yang siap melangkah ke panggung duni. Semoga langkah ini menjadi awal perjalanan yang lebih besar, bukan bukan hanya bagi tim AGRITEVO tetapi juga bagi generasi muda yang percaya bahwa ilmu pengetahuan adalah jalan untuk mengabdi pada Negeri (*)

Baca Juga:  Hadapi Kriminalisasi dan Black Campaign, Ketua Tim Hukum BerAMAL Siapkan 10 Tim Advocasi.

Pos terkait