WajahNegeri.Com,BONE– Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kepemimpinan bukanlah sekadar tentang jabatan, melainkan tentang keberanian memikul tekanan serta kesanggupan dalam menjaga integritas. Hal tersebut ia sampaikan saat hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Ramadhan Leadership Camp di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Kamis (26/2/2026).
Di hadapan hampir 1.000 peserta dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Amran membagikan refleksi perjalanan hidupnya yang inspiratif. Ia mengisahkan transformasinya dari seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) hingga akhirnya dipercaya menahkodai Kementerian Pertanian.
”Pemimpin itu terlihat indah dalam mimpi, tetapi tidak selalu indah dalam kenyataan. Menjadi pemimpin yang baik, adil, dan jujur adalah amanah yang berat namun mulia. Insya Allah, surga menanti mereka yang adil, sementara mereka yang tidak adil akan kehilangan kehormatannya,” ujar Amran dengan nada tegas namun reflektif.
Kegiatan yang mengusung tema “Profesional dalam Berkinerja, Berkarakter, dan Amanah dalam Kepemimpinan” ini menjadi momen bagi Amran untuk mengenang masa lalunya di Sulawesi Selatan. Ia menceritakan pengalamannya bekerja sebagai buruh kebersihan hingga bertugas selama 8,5 tahun di wilayah perbatasan.
Amran menuturkan bahwa dirinya sempat mengabdi sebagai aparatur selama 15 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk terjun ke dunia usaha dan kemudian dipanggil kembali untuk mengabdi kepada negara sebagai menteri.
”Dulu gaji saya hanya Rp125 ribu. Perjalanan ini mengajarkan bahwa karakter dan kejujuran adalah modal utama dalam memimpin,” pungkasnya. (*)
Pulang Kampung ke Sulsel, Andi Amran Sulaiman Bicara Kepemimpinan ke Peserta Ramadhan Leadership Camp di Asrama Haji Sudiang





