Kawal Kasus Ketua DPRD Bone, BEM Uniasman Minta Penegakan Hukum Adil dan Transparan

WajahNegeri.com, BONE – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Andi Sudirman (Uniasman), Alfian Asdar, menyatakan sikap tegas terkait dugaan tindak kekerasan yang melibatkan Ketua DPRD Kabupaten Bone. Ia menekankan bahwa persoalan ini harus ditangani secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum tanpa intervensi, sembari tetap menghormati asas praduga tak bersalah (presumption of innocence).

Alfian mengingatkan bahwa sebagai pejabat publik, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas dan memberikan keteladanan. Oleh karena itu, aparat penegak hukum dan lembaga berwenang didorong untuk mengusut perkara ini secara terbuka agar kebenaran terungkap dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik tetap terjaga.

Menyikapi respons lembaga legislatif, Alfian menyayangkan belum adanya langkah konkret dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPRD Kabupaten Bone. Meskipun mekanisme penanganan dapat didasarkan pada pengaduan, ia menegaskan bahwa MKD memiliki kewenangan inisiatif ketika terdapat dugaan pelanggaran etik yang menjadi perhatian luas masyarakat.

“Melihat besarnya atensi publik, sangat disayangkan jika MKD memilih diam. Jangan sampai sikap tersebut menimbulkan persepsi keberpihakan atau memicu spekulasi liar yang menggerus kepercayaan terhadap lembaga pengawas etik,” tegas Alfian Asdar.

Di sisi lain, Ketua BEM Uniasman ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal proses hukum secara bijak. Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk bekerja secara independen demi terwujudnya keadilan dan kepastian hukum yang berintegritas.

(Red)

Baca Juga:  Dialog Peran Pers dan Organisasi Sosial, Kadis Kominfo Bone: Media Mitra Strategis Pemerintah

Pos terkait