WajahNegeri.com,BONE – Kepedulian nyata bukan sekadar pemberian bantuan, melainkan hadirnya harapan baru bagi masa depan generasi. Pesan inilah yang tercermin dalam pengukuhan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, sebagai Bunda Yatim Sulawesi Selatan pada perhelatan Yatim Fest 2026 di Four Points by Sheraton Makassar, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan yang dihadiri ribuan anak yatim dari berbagai kabupaten dan kota ini mengusung tema “Dari Luka Menjadi Pembawa Cahaya”. Yatim Fest merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Makassar bersama Komunitas Pola Pertolongan Allah (PPA). Program ini telah berjalan konsisten selama delapan tahun terakhir dengan fokus pada pembinaan, pendampingan, serta penguatan mental dan spiritual anak yatim di Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Fatmawati menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas amanah tersebut. Ia menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar simbolis, melainkan sebuah tanggung jawab moral untuk memastikan anak-anak yatim mendapatkan perlindungan dan masa depan yang lebih baik.
”Ini adalah amanah besar untuk menunjukkan bahwa ada harapan besar bagi anak-anakku. Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya,” ujar Fatmawati dengan nada haru.
Tahun ini, program pembinaan ditargetkan mampu menjangkau 5.000 anak yatim melalui rangkaian roadshow di 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Fatmawati menilai langkah ini sebagai upaya luar biasa dalam merangkul generasi penerus hingga ke pelosok daerah.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan siap membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Menurutnya, karakter masyarakat Sulsel yang memiliki solidaritas dan empati kuat menjadi modal sosial yang penting.
”Kami siap berkontribusi dan bergandengan tangan karena anak-anak kita adalah masa depan bangsa. Masyarakat Sulawesi Selatan punya solidaritas tinggi dan empati untuk saling merangkul,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, pemerintah terus memperkuat sektor pendidikan melalui program Sekolah Rakyat yang menjadi prioritas pemerintah pusat. Saat ini, Sulawesi Selatan telah memiliki tujuh Sekolah Rakyat guna memperluas akses pendidikan inklusif. Fatmawati juga rutin menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Rumah Jabatan Wakil Gubernur untuk merumuskan langkah strategis terkait perlindungan anak.
“Setiap bulan saya membuka FGD di rumah jabatan untuk mencari cara terbaik dalam memberikan kesetaraan pendidikan dan perlindungan bagi generasi kita,” jelasnya.
Menutup arahannya, Fatmawati memberikan pesan motivasi agar anak-anak yatim tetap berani bermimpi besar. “Teruslah bermimpi, karena mimpi itu gratis. Teruslah belajar dan mencintai Al-Qur’an, sebab kalian adalah cahaya untuk Sulawesi Selatan,” pesannya.
Ketua Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Makassar, H. Ardiansyah, bersama Trainer PPA Institute, Ustadz Muhlis Katili, turut menyampaikan apresiasi mendalam. Mereka menilai kehadiran dan dukungan langsung dari Wakil Gubernur memberikan energi serta semangat baru bagi anak-anak yatim untuk bangkit dan meraih masa depan yang gemilang. (*)
Fatmawati Rusdi Dikukuhkan Sebagai Bunda Yatim Sulsel: “Mereka Adalah Masa Depan Bangsa”





