WAJAHNEGERI.COM, PAREPARE – Sejarah tercipta! Tangis haru, pelukan, dan teriakan “Bone Beramal!” memecah keheningan sore menjelang malam di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Senin (21/9/2026).
Untuk pertama kalinya, Kabupaten Bone berhasil mengangkat trofi juara sepak bola tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Bukan dengan mudah, melainkan dengan cara paling heroik, paling dramatis, dan paling “Beramal”.
Di bawah dukungan penuh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., dan racikan dingin Manajer Edy Saputra Syam, Bone Beramal FC menumbangkan Sidrap United lewat drama adu penalti 5-4, setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit dengan 10 pemain.
Kartu Merah di Menit 35
Petaka datang di menit ke-35. Salah satu pilar Bone Beramal FC diganjar kartu merah langsung. Bone harus bermain dengan 10 orang melawan Sidrap United yang secara materi unggul.
Stadion terdiam. Ribuan suporter Bone yang datang dari Bumi Arung Palakka menahan napas.
Namun justru di sinilah mental juara diuji. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Serangan demi serangan Sidrap yang bertubi-tubi berhasil ditangkis dengan disiplin luar biasa oleh anak-anak Bone.
Gol Dianulir, Drama Memuncak
Memasuki babak kedua, keajaiban itu datang. Meski kalah jumlah pemain, Bone justru menciptakan kejutan dan unggul lebih dulu 1-0. Tribun Bone meledak. Euforia tak terbendung.
Namun Sidrap United menunjukkan kelasnya dengan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Pertandingan semakin sengit, semakin panas.
Drama sesungguhnya terjadi di menit ke-83. Bone mencetak gol lewat sundulan keras yang sempat membuat seluruh stadion berdiri. Gol kemenangan seolah di depan mata. Namun wasit Agung Setiawan menganulir gol tersebut karena menilai terjadi offside.
Keputusan itu memicu protes keras. Ofisial tim Bone bahkan sempat masuk ke lapangan untuk mendatangi wasit. Tegang. Panas. Hampir ricuh. Namun Bupati Bone yang berada di tribun VIP tetap tenang dan memberikan isyarat agar tim fokus.
Adu Penalti: Lima Algojo Sempurna
Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang. Laga harus ditentukan lewat adu penalti. Adu nyali. Adu mental.
Lima algojo Bone maju dengan kaki gemetar tetapi hati baja. Eksekusi demi eksekusi berhasil sempurna. Di sisi lain, empat eksekutor Sidrap menjalankan tugasnya, sementara satu penendang gagal.
Seketika itu juga, sejarah baru tertulis. Para pemain bertumbangan, berpelukan, dan menangis di tengah lapangan. Tim medis dengan tulisan “TIMKES BERAMAL” di punggung ikut berlari masuk. Manajer Edy Saputra Syam terduduk lemas penuh haru.
Pesan Bupati dari Tribun VIP
Dari tribun, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, langsung turun ke lapangan hijau, menyalami satu per satu pemain, pelatih, dan ofisial.
Dengan suara bergetar namun tegas, Bupati menyampaikan pesan yang akan dikenang.
“Terima kasih kepada para pelatih, manajer, dan ofisial yang telah berhasil membawa Bone Beramal FC menjadi juara. Serangan demi serangan dari Sidrap berhasil ditangkis dengan baik,” ucap Andi Asman.
Ia menegaskan, kemenangan ini adalah kemenangan seluruh komunitas Bone, bukan kemenangan yang berdiri terpisah dari masyarakat.
“Sebagai Bupati, saya ingin mengucapkan terima kasih. Ini adalah pertanda bahwa Bone memiliki banyak talenta muda berbakat di bidang sepak bola. Ini adalah pertanda kebangkitan Bone,” ujar Andi Asman.
Malam itu, di Parepare, bukan hanya piala yang diangkat, melainkan juga harga diri sebuah kabupaten. Untuk pertama kalinya, Bone Beramal FC mengukir namanya sebagai juara Piala Gubernur Sulsel 2026.
(Zul/Red)
Bupati Andi Asman Sulaiman Ukir Sejarah, Bone Beramal FC Juara Piala Gubernur Sulsel 2026





