WAJAHNEGERI.COM, BONE– Pemerintah Kabupaten Bone mencatat penurunan angka kemiskinan dari 9,13 persen pada 2025 menjadi 8,99 persen pada 2026. Capaian ini menjadi salah satu indikator perkembangan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menyampaikan bahwa penurunan tersebut merupakan kabar baik bagi daerah sekaligus menjadi dorongan untuk terus memperkuat berbagai program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, upaya menekan angka kemiskinan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kebijakan dan program yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup dan memperluas kesempatan ekonomi.
“Ini ada bukti kepedulian pemerintah daerah Kabupaten Bone kepada masyarakat, bahwa kesejahteraan harus setara,” ujar Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bone akan terus mendorong pelaksanaan berbagai program pro-rakyat yang mencakup sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak.
Bupati juga menekankan pentingnya pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Kabupaten Bone. Karena itu, upaya pengentasan kemiskinan perlu terus diperkuat melalui program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Penurunan angka kemiskinan dari 9,13 persen menjadi 8,99 persen tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan berbagai upaya pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
Dengan penguatan program pembangunan dan pemberdayaan, Pemerintah Kabupaten Bone berharap angka kemiskinan dapat terus ditekan sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat dan merata.
(Zul/Red)
Angka Kemiskinan di Bone Turun Menjadi 8,99 Persen, Bupati Andi Asman Sulaiman Dorong Pemerataan Kesejahteraan





