Jalan Pagi dan Intervensi Wilayah, Kelurahan Bajoe Perkuat Persiapan Penilaian Adipura Bone 2026

WAJAHNEGERI.COM, BONE – Pemerintah Kabupaten Bone terus mengintensifkan persiapan menghadapi Penilaian Adipura Tahun 2026 melalui kegiatan jalan pagi dan intervensi wilayah yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) bersama masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Yosdarso, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kebersihan, keindahan, dan penataan lingkungan, khususnya di kawasan permukiman serta ruas jalan yang menjadi perhatian dalam persiapan penilaian Adipura. Melalui intervensi langsung di lapangan, setiap unsur yang terlibat diharapkan dapat mengidentifikasi persoalan lingkungan sekaligus melakukan pembenahan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, dengan Asisten II sebagai wakil koordinator. Sejumlah OPD dan unsur terkait yang tergabung dalam kelompok Asisten II turut dilibatkan untuk mendukung percepatan pembenahan wilayah.

Unsur yang bertugas meliputi Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi UKM, Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas PUPR, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Direktur RSUD Datu Pancaitana, serta Balitbangda.

Dinas Kesehatan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut melalui UPT Puskesmas Bajoe yang diwakili oleh Bd. Marlina, S.T. Keterlibatan unsur kesehatan ini menjadi bagian dari dukungan lintas sektor dalam mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Bd. Marlina, S.T., perwakilan UPT Puskesmas Bajoe, menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan memiliki hubungan erat dengan upaya menjaga kesehatan masyarakat.

Lingkungan yang bersih, saluran drainase yang terawat, serta pengelolaan sampah yang baik merupakan langkah penting untuk menciptakan kawasan permukiman yang sehat sekaligus mengurangi potensi berkembangnya sumber penyakit.

“Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya untuk mendukung Penilaian Adipura, tetapi juga merupakan bagian dari upaya kita bersama dalam melindungi kesehatan masyarakat. Kami mengajak seluruh warga untuk membiasakan hidup bersih dan sehat, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan saluran air, serta rutin membersihkan lingkungan sekitar rumah,” ujarnya.

Ia juga berharap keterlibatan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dapat semakin memperkuat kesadaran bahwa lingkungan yang sehat berawal dari kepedulian dan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Sementara itu, Camat Tanete Riattang Timur, A. Habibie, S.T., M.Si. menekankan pentingnya kolaborasi dan keterlibatan aktif seluruh pihak dalam menyukseskan persiapan Penilaian Adipura Kabupaten Bone Tahun 2026.

Menurutnya, upaya mewujudkan wilayah yang bersih dan tertata tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh OPD, pemerintah kelurahan, serta partisipasi masyarakat. Kegiatan jalan pagi dan intervensi wilayah menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi lingkungan sekaligus mendorong tindakan nyata terhadap berbagai persoalan kebersihan dan penataan kawasan.

Ia berharap semangat gotong royong terus dipertahankan agar kebersihan lingkungan tidak hanya terjaga selama masa persiapan penilaian, tetapi juga menjadi kebiasaan dan budaya masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Lurah Bajoe, Apriadi, S.Sos., M.Si., mengajak seluruh masyarakat Kelurahan Bajoe untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, khususnya di sepanjang Jalan Yosdarso dan kawasan permukiman sekitarnya.

Menurutnya, keberhasilan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman membutuhkan kepedulian bersama, mulai dari membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan saluran drainase, merawat fasilitas umum, hingga tidak membiarkan sampah menumpuk di lingkungan sekitar.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, OPD terkait, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga upaya pembenahan lingkungan memberikan manfaat nyata bagi warga Kelurahan Bajoe.

Persiapan Penilaian Adipura 2026 bukan sekadar mengejar hasil penilaian, melainkan juga menjadi dorongan untuk membangun kesadaran kolektif dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, asri, dan nyaman.

Melalui semangat Bersama Masyarakat, Turun ke Lapangan, Benahi Bone, Pemerintah Kabupaten Bone mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga kebersihan dan mewujudkan lingkungan yang lebih baik secara berkelanjutan.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, Kelurahan Bajoe diharapkan semakin tertata serta mampu menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Bone yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

(Zul/Red)

Baca Juga:  Bupati Bone Tekankan Sinergi dan Pelayanan Prima dalam Retret Aparatur di Batalyon Armed 21

Pos terkait