Integrated Area Development Disusun, Wabup Bone Ingatkan Bahaya Mengabaikan Tata Ruang

WajahNegeri.Com, Bone – Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan maupun mengabaikan aturan tata ruang yang telah disepakati. Komitmen tersebut menjadi kunci dalam menghadapi ancaman perubahan iklim sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan.

Penegasan itu disampaikan saat membuka Konsultasi Publik Pengelolaan Bentang Lahan Berkelanjutan melalui Integrated Area Development (IAD) Berbasis Perhutanan Sosial Kabupaten Bone yang digelar Pemerintah Kabupaten Bone bersama Landscape Alliance—nama operasional baru CIFOR-ICRAF—di Hotel Helios, Watampone, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur CIFOR-ICRAF Indonesia Dr. Andree Ekadinata, Kepala Bappeda Bone H. A. Yusuf, S.IP., M.H., Rektor Universitas Muhammadiyah Bone, perwakilan Direktorat Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, perangkat daerah, akademisi, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), sektor swasta, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Konsultasi publik ini merupakan tahapan penting dalam penyusunan Rencana Induk (Masterplan) Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Bone, yang akan menjadi pedoman pengelolaan enam sub-lanskap secara berkelanjutan melalui pendekatan perhutanan sosial.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone menegaskan bahwa seluruh pihak harus konsisten terhadap dokumen perencanaan tata ruang yang telah disusun agar tidak memicu kerusakan lingkungan maupun bencana di masa mendatang.

Menurutnya, dokumen IAD akan menjadi instrumen strategis dalam mendukung mitigasi bencana, menjaga kelestarian sumber daya alam, sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang lebih terarah.

Ia juga mengingatkan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan nyata yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

Sementara itu, Direktur CIFOR-ICRAF Indonesia Dr. Andree Ekadinata mengapresiasi kemitraan yang telah terjalin selama lima tahun terakhir bersama Pemerintah Kabupaten Bone, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Ia menjelaskan bahwa sejak sekitar satu bulan lalu CIFOR-ICRAF Indonesia resmi menggunakan nama operasional Landscape Alliance, namun tetap mengemban misi yang sama, yakni mendorong pengelolaan bentang lahan berkelanjutan di Indonesia.

Di sisi lain, Kepala Bappeda Bone H. A. Yusuf menjelaskan bahwa penyusunan dokumen IAD telah melalui sejumlah tahapan, termasuk diskusi teknis pada 6–7 Juli 2026 sebelum memasuki konsultasi publik.

Ia menyebut Kabupaten Bone berpeluang menjadi daerah ketiga di Indonesia yang memiliki dokumen Integrated Area Development secara komprehensif.

Melalui penyusunan dokumen Integrated Area Development berbasis perhutanan sosial tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone berharap pengelolaan hutan semakin melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan, memperkuat ketahanan iklim, menjaga kelestarian sumber daya alam, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan secara berkelanjutan. (*)

Baca Juga:  Pelabuhan Bajoe Ditutup Total 10 April 2026, Aliansi Masyarakat Bajoe Gelar Unjuk Rasa Tolak Penutupan Total.

Pos terkait