WajahNegeri.Com, Bone – Penutupan Pelabuhan Bajoe untuk keperluan perbaikan memicu aksi protes dari sejumlah masyarakat setempat. Aksi unjuk rasa digelar di depan gerbang pelabuhan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan tersebut.
Dalam orasinya, salah satu pengunjuk rasa menyampaikan kekecewaan karena pihak PT ASDP dinilai tidak memberikan jalan keluar atau solusi yang jelas bagi masyarakat yang terdampak. Bahkan, dalam ungkapannya, massa aksi menyatakan “siap berperang” sebagai bentuk ekspresi kemarahan atas situasi yang terjadi.
Masyarakat Bajoe yang dibantu mahasiswa menilai penutupan pelabuhan berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas warga, terutama bagi mereka yang bergantung pada layanan transportasi penyeberangan dengan aneka profesi mulai asongan, ojek, UMKM dan lainnya menganggap kehilangan mata pencaharian.
Para pengunjuk rasa mendesak PT ASDP untuk segera memberikan kejelasan terkait durasi perbaikan serta alternatif solusi yang dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat selama pelabuhan tidak beroperasi.
Ada 8 tuntutan yang dibacakan salah seorang pengunjuk rasa kemudian diserahkan kepada General Manager PT.ASDP Anom Segayu, walau sebelumnya telah dijelaskan beberapa alasan kenapa Pelabuhan ditutup total namun pengunjuk rasa tetap menanti jawaban PT.ASDP dalam tempo 2×24 jam.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak PT ASDP terkait tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi. Situasi di sekitar pelabuhan terpantau berlangsung dengan pengawasan aparat keamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pelabuhan Bajoe Ditutup Total 10 April 2026, Aliansi Masyarakat Bajoe Gelar Unjuk Rasa Tolak Penutupan Total.





