WajahNegeri.com, BONE— Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dari seluruh Indonesia menyatukan suara dalam konferensi kerja nasional (Konkernas) II PB PGRI di Jakarta tgl 16 s/d 18 April 2026 untuk memperjuangkan berbagai isu strategis dunia pendidikan, khususnya terkait kesejahteraan dan kepastian karier guru.
Ketua PGRI Bone, Muhammad Rusdi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa apa yang disuarakan dalam konferensi kerja nasional tersebut merupakan aspirasi bersama PGRI se-Indonesia, bukan hanya dari satu daerah.
Ia menyampaikan bahwa seluruh pengurus PGRI dari berbagai wilayah sepakat mendorong pemerintah agar memberikan perhatian serius terhadap nasib guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Kami bersama teman-teman PGRI se-Indonesia memperjuangkan agar guru PPPK ke depan memiliki kejelasan status, termasuk diusulkan untuk dapat diangkat menjadi PNS,” ujar Rusdi dalam keterangannya, Minggu 19 April 2026.
Selain itu, lanjutnya, PGRI juga secara kolektif mengusulkan peninjauan kembali kebijakan beban mengajar minimal 24 jam per minggu yang menjadi syarat sertifikasi guru. Menurutnya, ketentuan tersebut masih menjadi kendala bagi sebagian guru di lapangan.
“Itu juga menjadi perjuangan kami bersama. Banyak guru kesulitan memenuhi 24 jam mengajar, sehingga kami mengusulkan agar aturan ini bisa ditinjau ulang, bahkan jika perlu disesuaikan dengan kondisi nyata di daerah,” tambahnya.
Rusdi menegaskan, perjuangan ini merupakan bentuk komitmen PGRI dalam memperjuangkan hak-hak guru secara nasional, agar kebijakan pendidikan ke depan lebih adil, manusiawi, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Konferensi kerja nasional PGRI tersebut menjadi momentum penting bagi PGRI untuk memperkuat solidaritas dan menyatukan langkah dalam memperjuangkan masa depan guru di Indonesia.
(zul)
PGRI Se-Indonesia Kompak Perjuangkan Nasib Guru di Jakarta, Ketua PGRI Bone Tegaskan Aspirasi PPPK dan Beban Mengajar





