WajahNegeri.Com, Bone – Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Lembaga Kristen Katolik Indonesia (LKKI) DPD Kabupaten Bone menggelar Perayaan Ibadah Paskah Oikumene Tahun 2026, di Gereja Toraja, Jl. Lapawawoi Kr.Sigeri, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Kamis (9/4/2026)
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 18.00 Wita ini mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” dan diikuti ratusan peserta dari unsur Forkopimda Hadir Danyon C Pelopor, Kompol Rudi Mandaka, Wakapolres Bone, Kompol Antonius Tutleta, S.Pd dan Dandenpom Bone, Para pendeta 8 Gereja se Kabupaten Bone serta masyarakat jemaat dari berbagai Gereja.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Khristina Manginte, M.Th, yang dalam khotbahnya menekankan makna kebangkitan Kristus sebagai panggilan untuk pembaruan hidup, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan sosial. Nilai-nilai Paskah, menurutnya, harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang mencerminkan kasih, pengorbanan, dan tanggung jawab.
Ketua BAMAG LKKI DPD Bone, Pdt. Andi Vera Ramdayana, S.Th dalam sambutannya, menyampaikan bahwa keberadaan BAMAG sebagai wadah bagi pimpinan Gereja untuk bersatu ditengah perbedaan sinode atau aliran dalam Agama Kristen mengelola supaya perbedaan bukan memecah tapi justru menyatukan jangan sesama Kristen saling Bombe (tidak saling kenal bermusuhan, red) yang memegang 4 pilar kebangsaan yang toleran, anti kekerasan dan menghargai kearifan budaya lokal serta moderasi beragama wajib terealisasi dengan baik.
Lanjut Pdt. Andi Vera, selain tersebut, BAMAG LKKI juga bergerak di kegiatan sosial bukan hanya membantu sesama kristen tetapi semua ummat manusia yang mengalami kesulitan utamanya akibat bencana, begitupun mengajak umat kristiani mengikuti program pemerintah untuk Swasembada pangan dengan bertani, bercocok tanam dan perikanan serta diakhir sambutan mengajak para milenial untuk melanjutkan pendidikan karena beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan swasta di Bone sudah jalin kerjasama dengan BAMAG walau itu Perguruan Tinggi Keagamaan seperti Universitas Muhammadiyah dan IAIN Bone.
Paskah bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi momentum reflektif untuk memperkuat integritas dan kualitas pelayanan, khususnya antar jemaat di 8 Gereja yang ada di Kabupaten Bone. Ia menegaskan pentingnya menerjemahkan nilai-nilai iman dalam tugas dan tanggung jawab sehari-hari sebagai pelayan masyarakat. ujar Pdt.Khristina
Menurutnya, dinamika kehidupan pemerintahan tidak lepas dari berbagai tantangan, termasuk kritik dan aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, umat Kristen diharapkan mampu bersikap bijak, profesional, serta menjadikan semangat Paskah sebagai landasan dalam bekerja secara jujur dan bertanggung jawab.
Pdt. Khristina juga menyoroti upaya pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi, termasuk pembukaan akses ekspor produk daerah. Ia menyebutkan bahwa Bone syarat dengan adat budaya yang tinggi sehingga dengan kebangkitan yesus umatnya perlu mengikuti budaya dengan berpedoman pada Agama.
Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Stabilitas keamanan dan kerukunan antarumat beragama, lanjutnya, menjadi faktor utama dalam mendukung pembangunan daerah.
Kehadiran forkopimda dalam kegiatan ini juga dinilai sebagai simbol kuat harmonisasi dan toleransi yang terus terjaga di Kab.Bone. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus merawat toleransi dan moderasi beragama.
Kegiatan yang diisi lagu puji pujian persembahan lagu doa Pengurus BAMAG dan Persatuan Antar Gereja serta diisi pembawa Doa Pembukaan, Doa Khitmad dan Doa Akhir dan ditutup dengan door prize foto bersama dan ramah tamah, sebelum seluruh rangkaian acara ditutup pada pukul 21.00 WITA dalam suasana aman, tertib, dan penuh kebersamaan.(Dhany)
BAMAG LKKI Bone, Rayakan Ibadah Paskah Oikumene 2026, Teguhkan Spirit Pelayanan dan Toleransi





