Heboh Penemuan Ular Piton Raksasa 4 Meter di Pinggir Sawah Toro, Tim Damkar-BPBD Bone Lakukan Evakuasi

WAJAHNEGERI.COM, BONE – Warga Kelurahan Toro, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, dikejutkan dengan penemuan seekor ular piton raksasa sepanjang 4 meter di area persawahan warga. Penemuan tersebut terjadi di Lingkungan Toro, tepatnya di lokasi Lona Riaja, pada Rabu (9/9/2026) pukul 23.00 WITA

Ular tersebut ditemukan berada di pinggir selokan sawah milik warga bernama Bapak Agus. Lokasi penemuan cukup strategis, yakni tepat di depan rumah Kepala Lingkungan (Kaling) Toro, Bapak Firman, dan berseberangan dengan jalan utama arah barat ke timur.

Kejadian bermula ketika salah satu warga setempat hendak menuju ke sawahnya untuk beraktivitas. Tanpa diduga, ia melihat gerakan mencurigakan di semak-semak dekat selokan. Setelah diperiksa lebih dekat, ternyata hewan melata tersebut adalah ular piton berukuran jumbo.

Melihat potensi bahaya bagi keselamatan warga, saksi mata segera menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Toro, Aiptu Muhammad Aras Patarai, untuk melaporkan temuan tersebut. Mendapat laporan itu, Aiptu Aras langsung meluncur ke lokasi untuk mengamankan area sambil menunggu bantuan tim khusus.

“Kami menerima laporan dari warga sekitar pukul [23:00] malam. Saat tiba di lokasi, kami memastikan agar warga menjaga jarak aman karena ukuran ular yang sangat besar,” ujar Aiptu Muhammad Aras Patarai.

Tak lama kemudian, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) tiba di lokasi. Dengan menggunakan peralatan khusus dan teknik penanganan satwa liar, petugas berhasil menangkap dan mengevakuasi ular piton sepanjang 4 meter tersebut tanpa ada korban jiwa maupun kerusakan properti.

Ular tersebut kemudian diserahkan kepada pihak terkait untuk dilakukan pelepasan kembali ke habitat aslinya yang jauh dari pemukiman penduduk.

Kepala Lingkungan Toro, Bapak Firman, yang rumahnya berada tepat di depan lokasi penemuan, menghimbau agar warga tetap waspada, terutama saat musim hujan atau peralihan musim seperti sekarang.

“Lokasi ini memang dekat dengan area persawahan dan semak belukar, yang merupakan habitat alami ular. Saya berterima kasih kepada warga yang sigap melapor dan kepada tim BPBD serta Damkar yang responsif. Saya mengimbau warga, khususnya anak-anak, untuk tidak bermain di area semak-semak atau pinggir selokan sawah tanpa pengawasan orang dewasa.”

Bapak Agus, pemilik lahan tempat ular ditemukan, mengaku kaget namun bersyukur tidak ada insiden yang lebih buruk.

“Awalnya saya kira itu hanya tumpukan kayu atau sampah di pinggir selokan. Ternyata setelah didekati, itu ular piton yang sangat besar. Saya langsung takut dan segera memanggil Pak Aras (Bhabinkamtibmas). Untung saja penanganannya cepat dan aman. Ini menjadi pelajaran bagi kami semua untuk lebih hati-hati terhadap lingkungan sekitar.”

Salah satu anggota tim evakuasi menjelaskan bahwa ukuran ular piton sepanjang 4 meter tergolong besar dan memiliki kekuatan lilitan yang berbahaya.

“Kami menemukan ular dalam kondisi cukup tenang, namun tetap kami tangani dengan prosedur ketat mengingat ukurannya yang masif. Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak mencoba menangkap sendiri jika menemukan ular berukuran besar. Segera hubungi nomor darurat 112 atau kontak langsung ke Damkar/BPBD setempat agar ditangani oleh tenaga ahli.”

Salah satu anggota tim evakuasi menjelaskan bahwa ukuran ular piton sepanjang 4 meter tergolong besar dan memiliki kekuatan lilitan yang berbahaya.

“Kami menemukan ular dalam kondisi cukup tenang, namun tetap kami tangani dengan prosedur ketat mengingat ukurannya yang masif. Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak mencoba menangkap sendiri jika menemukan ular berukuran besar. Segera hubungi nomor darurat 112 atau kontak langsung ke Damkar/BPBD setempat agar ditangani oleh tenaga ahli.”

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Lingkungan Toro telah kondusif. Pihak kepolisian dan pemerintah lingkungan akan terus berkoordinasi untuk memantau keberadaan satwa liar di area pemukiman.

(Zul/Red)

Baca Juga:  Bupati Bone Pimpin Rakor Reforma Agraria, Fokus Wujudkan Kepastian Hukum dan Kesejahteraan Masyarakat

Pos terkait