WajahNegeri.com, BONE – Semangat untuk mewujudkan ketersediaan data ekonomi yang akurat dan berkualitas tercermin nyata dalam kegiatan Pencanangan dan Pelepasan Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Bone. Agenda strategis ini berlangsung khidmat di Kompleks Halaman Rumah Jabatan Bupati Bone, Minggu (14/6/2026).
Acara dipimpin langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., didampingi Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, M.M., Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone, H. Abdi Amin, S.E., M.M., Kasrem 141/Tp, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kepala BPS Kabupaten Bone, H. Abdi Amin, mengungkapkan bahwa sebanyak 900 petugas pendata telah diterjunkan untuk melaksanakan sensus ini. Jumlah tersebut menempatkan Kabupaten Bone sebagai daerah dengan jumlah petugas sensus terbesar kedua di Sulawesi Selatan, setelah Kota Makassar.
“Pendataan akan berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Seluruh petugas telah menjalani pelatihan komprehensif, mencakup pemahaman substansi sensus, penggunaan aplikasi digital, hingga teknik wawancara, guna memastikan kualitas data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan,” ujar Abdi Amin.
Dalam arahannya, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar aktivitas administratif, melainkan fondasi strategis dalam perumusan kebijakan pembangunan. Data yang akurat menjadi instrumen vital untuk menekan angka kemiskinan ekstrem dan stunting, serta mendorong pemerataan ekonomi.
“Sensus ekonomi adalah pemetaan dasar arah kebijakan pemerintah. Kepastian data sangat ditentukan oleh para pendata yang turun langsung ke lapangan. Kita masih menghadapi tantangan kemiskinan ekstrem dan stunting. Karena itu, data yang akurat sangat dibutuhkan agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan mampu mengurangi kesenjangan,” kata Bupati Andi Asman Sulaiman.
Bupati juga menyoroti tantangan psikologis dalam pelaksanaan sensus, yakni membangun kepercayaan masyarakat di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap perlindungan data pribadi. Ia menginstruksikan agar petugas tidak hanya mengandalkan surat tugas, tetapi juga membangun pendekatan sosial yang kuat.
“Sering kali masyarakat ragu memberikan data karena khawatir terhadap penyalahgunaan informasi pribadi. Karena itu, tingkat kepercayaan harus kita bangun. Petugas harus mampu mengatur waktu dan strategi kunjungan dengan baik agar tidak berulang kali mendatangi responden yang sulit ditemui, yang dapat menimbulkan kejenuhan,” jelasnya.
Untuk memperkuat legitimasi dan kelancaran proses, Bupati mendorong adanya kolaborasi erat dengan elemen masyarakat. Ia meminta petugas untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan tokoh masyarakat, pemerintah desa/kelurahan, kepala dusun, dan ketua lingkungan sebelum melakukan pendataan door-to-door.
“Kalau memungkinkan, libatkan mereka untuk mendampingi petugas di lapangan. Pendampingan ini akan membuat proses pendataan berjalan lebih lancar, diterima dengan baik, dan sukses mencapai target,” tambahnya.
Melalui semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, BPS, aparat keamanan, hingga masyarakat, Kabupaten Bone menyatakan kesiapan penuh menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Harapannya, hasil sensus ini tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi menjadi pijakan kuat mewujudkan pembangunan ekonomi yang adil, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Bone.
(Zul/Red)
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Bupati Andi Asman Sulaiman Tegaskan Pentingnya Akurasi Data untuk Tekan Kemiskinan di Bone





