KUA Kec.Tanete Riattang Barat Gelar Gema Muharram dan Asyura

WajahNegeri.Com, Bone – Peringatan Gema Muharram dan Hari Asyura diisi dengan berbagai amalan ibadah serta tradisi keagamaan. Fokus utama umat Islam adalah melaksanakan ibadah puasa sunnah, memperbanyak sedekah (seperti santunan anak yatim), serta mengenang peristiwa sejarah penting para nabi dan peristiwa di Karbala.

Berikut seputar Gema Muharram dan Asyura, Keutamaan dan Pelaksanaan Puasa Asyura Puasa Asyura (10 Muharram) sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena memiliki keutamaan sebagai penghapus dosa setahun yang lalu.

Pada tahun ini, puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 25 Juni yang didahului dengan puasa Tasu’a pada 24 Juni. Peringatan Sejarah Hari Asyura juga dikenal sebagai “hari raya” para nabi.

Terdapat berbagai peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 10 Muharram menurut literatur Islam, di antaranya, diselamatkannya Nabi Musa AS dari kejaran Firaun.
Diterimanya taubat Nabi Adam AS.
Berlabuhnya bahtera Nabi Nuh AS.
Syahidnya cucu Rasulullah SAW, Sayyidina Husain bin Ali, di Pertempuran Karbala.

Tradisi Gema Muharram di Masyarakat Di berbagai daerah, pergantian Tahun Baru Islam (1 Muharram) dan bulan Muharram disambut dengan semarak. Berbagai wilayah menggelar pawai obor, zikir akbar, dan kegiatan sosial seperti menyantuni anak yatim, yang sudah menjadi tradisi positif di tengah masyarakat Indonesia.

Terkait penjelasan tersebut diatas, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone juga menggelar Gema Muharram dan Asyura 1448 H – 2026 M di Masjid Songkok Recca, jl. Ahmad Yani, Watampone, Kamis (25/06/2026).

Kepala KUA Kecamatan Tanete Riattang Barat, Bone Abd. Wahid Arif, S.Ag., M.Pd.I, melaporkan bahwa kegiatan dilaksanakan kerjasama dengan Pengurus Masjid Songkok Recca dan ibu ibu Majelis Taklim sebagai penghormatan dan bukti rasa cinta ummat kepada Nabi Muhammad SAW karena bulan Muharram tahun baru islam 1448 Hijriah terdapat Hari Asyura yang dimuliakan karena terdapat banyak peristiwa di 10 Muharram.

Adapun Tema yang diangkat Mattugengkeng Ri Allah Ta’ala Na Ripaccingi Ateka’ta
(Menguatkan Imam Kepada Allah SWT dan Membersihkan Ti’kad)

Sementara Ketua Dewan Masjid Songkok Recca, Drs. Muh. Yamin A.Tahir, M.Si yang juga Asisten 2 Sekda Bone beri apresiasi kepada KUA Kec.TR.Barat semoga tahun tahun berikut kita semua masih diberi kesehatan dan umur panjang untuk melaksanakan Doa dan Dzikir dalam rangka bulan Muharram dan Hari Asyura.

Gema Muharram dan Asyura selain diisi Doa dan Dzikir serta Buka Puasa Asyura juga ada tausyah yang dibawakan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama, Dr.H.Ahmad Yani, S.Ag.,M.Ag yang intinya bahwa Muharram atau tahun baru hijriah 1448 H ada refleksi menilai diri kita apa kita ummat yang beruntung atau tidak atau justru merugi tentunya jika tahun ini lebih baik dari tahun kemarin sembari menguji ibu majelis taklim apa mengenal bulan bulan islam yang dimulai bulan Muharram yang berhasil dijawab seorang ibu mendapatkan tali asih dari H.Ahmad Yani.

Dzikir dipimpin Penyuluh Agama KUA Kec.TR.Barat dan Doa oleh Ketua MUI Kec.TR.Barat, H.Abd.Rahman, S.Ag.,M.Ag (Dhany)

Baca Juga:  Bone Raih Penghargaan Opini WTP Yang ke 10 Kalinya, Bupati Andi Asman: Ini Prestasi dan Keberhasilan Kita Semua

Pos terkait