Dana Pusat Belum Cair, Sejumlah SPPG di Bone Hentikan Operasional Program Makan Bergizi Gratis

WajahNegeri.com, BONE – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mengalami hambatan signifikan. Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaporkan menghentikan operasional layanan sementara akibat terkendala pencairan dana operasional dari pemerintah pusat. Pada Kamis (4/6/2026).

Informasi ini mencuat setelah beredarnya surat pemberitahuan resmi kepada wali murid di salah satu sekolah yang berada di bawah naungan SPPG Macanang, dalam pesan yang disampaikan oleh wali kelas, disebutkan bahwa distribusi makanan bergizi terpaksa dihentikan hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

“Mulai besok sampai waktu yang tidak ditentukan, SPPG Macanang untuk sementara berhenti operasional karena dana tidak cair dari pusat. Akan diinformasikan kembali jika pembagian MBG sudah berjalan lagi,” bunyi pemberitahuan tersebut sebagaimana dikutip, Kamis (4/6/2026).

Kondisi serupa juga dikonfirmasi terjadi di wilayah lain. Salah seorang pengelola SPPG di Kecamatan Ulaweng, saat dihubungi secara terpisah, membenarkan adanya penghentian layanan akibat kendala pendanaan yang sama.

“Hingga batas waktu yang belum ditentukan, Pak. Kemungkinan hari Sabtu masih beroperasi, namun setelah itu kami menunggu kejelasan dana,” ujar pengelola tersebut singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada data pasti mengenai jumlah total SPPG di seluruh Kabupaten Bone yang terdampak oleh keterlambatan pencairan dana ini. Namun, indikasi awal menunjukkan bahwa masalah ini bersifat sistemik dan memengaruhi beberapa titik pelayanan.

Redaksi telah berupaya menghubungi pihak Badan Gizi Nasional (BGN) serta instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone untuk meminta klarifikasi mengenai status pencairan dana dan langkah mitigasi yang diambil. Namun, hingga tenggat waktu publikasi, konfirmasi resmi belum diperoleh.

Sementara itu, Koordinator SPPG Kabupaten Bone, A. Reski, yang juga dimintai tanggapan terkait penghentian operasional sejumlah unit layanan tersebut, belum memberikan keterangan atau respons hingga berita ini diterbitkan.

Terhentinya program MBG ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua siswa, mengingat program ini dirancang untuk mendukung asupan gizi anak-anak sekolah sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Masyarakat berharap adanya solusi cepat dari pihak berwenang agar layanan dapat kembali normal tanpa mengurangi hak gizi peserta didik.

(Zul/Red)

Baca Juga:  Aksi Bullying di SMA Bone, Ketua DPRD Kab. Bone Berikan Atensi

Pos terkait