Lapas Kelas IIA Watampone Gelar Tes Urine Sebagai Rangkaian Ikrar Pemasyarakatan

WajahNegeri.Com, Bone – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone melaksanakan tes urine massal bagi petugas dan warga binaan sebagai bagian dari penguatan pengawasan internal dan deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan, Jumat (8/5).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian penguatan pengawasan pemasyarakatan yang dilaksanakan Lapas Watampone, meliputi penggeledahan blok hunian, tes urine, dan peneguhan komitmen melalui Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan sebagai bentuk implementasi program pemberantasan narkoba dan penguatan keamanan di lingkungan pemasyarakatan dan telah rutin berkala dilakukan untuk deteksi dini Penyalahgunaan Narkoba.

Pelaksanaan tes urine diikuti oleh 350 peserta yang terdiri dari 60 petugas dan 290 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika dibantu Tim P2M, Tim Rehabilitasi dan Tim Pembetantasan BNN Bone, 10 orang

Sebelum pemeriksaan dimulai, petugas kesehatan Lapas Watampone memberikan pengarahan terkait mekanisme pelaksanaan tes urine, tata cara pengambilan sampel, serta pentingnya menjaga integritas dan komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.

Kepala Lapas Watampone yang ikut menyaksikan langsung pelaksanaan tes urine, Rahnianto, mengatakan tes urine menjadi langkah penting dalam memastikan seluruh elemen di lingkungan pemasyarakatan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Tes urine ini bukan sekadar pemeriksaan, tetapi bagian dari penguatan pengawasan internal dan bentuk komitmen bersama dalam menjaga Lapas Watampone tetap bersih dari narkoba. Pencegahan harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh unsur, baik petugas maupun warga binaan,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, seluruh peserta yang mengikuti tes urine dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika. Hasil tersebut menjadi indikator positif atas komitmen bersama dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan bebas narkoba.

Baca Juga:  Jelang Ramadan, Masyarakat Rinjani Bersihkan Masjid Al Jabbar

Pos terkait