Isi Kegiatan Amaliah Ramadhan, SD Inpres 12/79 Macanang Hadirkan BNN Bone Sosialisasi Narkoba

WajahNegeri.com, Bone – Dukung Gerakan Aksi Nasional Anti Narkotika dan Ketahanan Bangsa Dimulai dari Anak (Ananda) Bersih Narkoba (Bersinar) Badan Narkotika Nasional (BNN) Bone, terus memperkuat pertahanan bangsa dari ancaman narkoba dengan melakukan berbagai terobosan. Salah satunya yakni melalui transformasi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan menggaungkan gerakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (ANANDA).

Memanfaatkan Kegiatan Sekolah Ramadhan, BNN menyikapi keinginan SD Inpres 12/79 Macanang, Jl. Ahmad Yani, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten gelar sosialisasi pencegahan sejak dini, Rabu (11/03/2026).

Upaya ini sejalan dengan pesan Kepala BNN RI yang menegaskan bahwa ketahanan nasional dimulai dari keluarga yang kuat dan anak-anak yang bersih dari narkoba.

Dalam mendukung gerakan tersebut, Kepala BNN Bone, AKBP H.Risman Sani, S.Ag langsung hadir dan membuka sosialisasi Pencegahan Narkotika sejak dini dan dilanjutkan oleh bidang P4GN Herlina dan Nurlela.

Kegiatan yang diikuti oleh lebih seratus murid kelas 3 sampai 5 peserta Kepala BNN Bone dengan kasus anak yang cukup tinggi, ini data dari perwakilan Deputi Rehabilitasi BNN, serta lembaga rehabilitasi komponen masyarakat ini menggunakan Kurikulum Child (The child intervention for living drug-free) dari Colombo Plan.
meningkatnya jumlah penyalahguna narkoba dari kalangan anak dan remaja.

“Pendekatan anak dengan penyalahgunaan zat memerlukan strategi khusus yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak. Jenis zat yang digunakan oleh penyalahgunaan anak juga berbeda, seperti rokok elektrik dan zat-zat/obat-obatan yang mudah dibeli tanpa resep dokter,” ujar Herlina

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengetahui penyalahgunaan walau anak usia di bawah 18 tahun dengan pendekatan psikososial tantangan terbesar pada rehabilitasi anak berada pada kelompok rentang usia tersebut karena sedang berada dalam fase psycho identity, yakni masa pencarian jati diri yang akan membentuk mereka saat dewasa, namun usia SD adalah usia bisa dini membentuk karakter. (Dhany)

Baca Juga:  Terkait Kasus Ahok, Jokowi: Serahkan Saja ke Hukum kan Sudah Diproses

Pos terkait