Ziarah Kubur Jelang Ramadhan Ramai Dilakukan, Ini Alasannya Menurut Islam

WajahNegeri.com, Bone – Menjelang bulan suci Ramadhan, tradisi ziarah kubur kembali marak dilakukan masyarakat Muslim di berbagai daerah.

Banyak keluarga memanfaatkan momen ini untuk mendoakan orang tua dan kerabat yang telah wafat sekaligus sebagai bentuk persiapan spiritual sebelum menjalani ibadah puasa.

Namun, masih muncul pertanyaan di tengah masyarakat: apakah ada waktu paling utama untuk ziarah kubur sebelum Ramadhan?

Dalam ajaran Islam, ziarah kubur merupakan amalan yang dianjurkan karena dapat mengingatkan manusia pada kematian dan kehidupan akhirat. Rasulullah SAW bersabda,

“Dahulu aku melarang kalian ziarah kubur, sekarang berziarahlah, karena ziarah kubur dapat mengingatkan pada akhirat.” (HR. Muslim).

Hadis tersebut menegaskan bahwa ziarah kubur diperbolehkan tanpa batasan waktu tertentu. Artinya, umat Islam dapat melakukannya kapan saja, baik menjelang Ramadhan, saat bulan puasa, maupun di waktu lainnya.

Para ulama juga menjelaskan bahwa tidak ada ketentuan syariat yang menetapkan hari khusus sebagai waktu terbaik untuk berziarah.

Meski demikian, menjelang Ramadhan kerap dipilih karena dianggap sebagai momentum untuk memperbanyak doa, melakukan introspeksi diri, serta membersihkan hati sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

Yang perlu diperhatikan adalah niat dan adab saat berziarah. Tujuan utama ziarah kubur ialah mendoakan mereka yang telah meninggal, bukan meminta pertolongan kepada penghuni kubur atau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran tauhid.

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa ketika berziarah:

“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian wahai penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin. Sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian.” (HR. Muslim).

Sejumlah ulama menyarankan agar ziarah dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan. Tradisi ini juga tidak seharusnya dianggap sebagai ritual wajib tahunan, melainkan sebagai ibadah yang sarat makna jika diiringi doa, dzikir, dan perenungan tentang kehidupan.

Dengan demikian, tidak ada waktu khusus yang diwajibkan untuk ziarah kubur sebelum Ramadhan. Kapan pun dilakukan, amalan ini tetap bernilai ibadah selama dilandasi niat tulus dan dilakukan sesuai tuntunan. Lebih dari sekadar tradisi, ziarah kubur dapat menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan hati yang lebih tenang dan penuh kesadaran.

Salah satu makam yang cukup ramai dikunjungi yakni makam Jl.Gunung Rinjani, Kelurahan Jeppe’E, Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone, utamanya tradisi usai lebaran (Dhany)

Baca Juga:  Ribuan Masyarakat Sambut BerAmal di Kajuara, Asman Sulaiman Akan Beri Bukti Nyata Tingkatkan Perekonomian

Pos terkait