WajahNegeri.Com, Bone – Umat Buddha di Kabupaten Bone merayakan Hari Raya Trisuci Waisak 2568 Buddhist Era (BE) Tahun 2026 dengan penuh khidmat dan kesederhanaan.
Perayaan Tri Suci Waisak berlangsung mulai pukul 16.44 Wita seluruh dunia masing masing waktu wilayah untuk Bone di Vihara Dharma Palakka, Jl. Pepaya, Kekurahan Macege, Kec. Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Minggu (31/05/2026)
Perayaan Waisak tahun ini dirayakan dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Samanera Dhammasadho dan dihadiri oleh sejumlah pemeluk agama Buddha yang tinggal di pusat kota Bone. Mayoritas dari mereka berasal dari kawasan Pasar Lama, Jl. Sukawati, dan Palakka yang umumnya dari kalangan Tionghoa.
Suasana yang penuh kedamaian dan kebersamaan terlihat jelas selama berlangsungnya Gema Waisak Pindappata
Malam harinya digelar ibadah Perayaannya Minggu malam 31 Mei 2026, usai Umat Buddha melaksanakan Pindappata yaitu ritual mengumpulkan sumbangan atau persembahan dari umat.
Kegiatan ini dimulai sejak pukul 07.00 WITA hingga waktu tibanya Perjalanan finish di Vihara Dharma Palakka, dan dilakukan di 13 titik ruas jalan di Kabupaten Bone, meliputi Jalan Makmur, Veteran, Masjid, Lapangan Merdeka, Ahmad Yani, Besse Kajuara, Agussalim, Tf Tendean, Letjen Suprapto, Sukawati, Salak dan berakhir di Vihara Dharma Palakka jl. Pepaya.
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Bone, Hakim Lewa, mengungkapkan bahwa samanera (biksu junior) berjalan kaki di beberapa ruas jalan pusat kota Watampone hingga tiba di Vihara Dharma Palakka.
“Pindapata ini adalah momen penting bagi umat Buddha untuk menunjukkan rasa syukur dan berbagi dengan sesama. Melalui kegiatan ini, kami juga berharap dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kedamaian di tengah masyarakat,” ujar Hakim Lewa.
Hakim Lewa menambahkan
“Dengan perayaan Trisuci Waisak tahun ini, kami berharap Kabupaten Bone semakin maju dan damai. Karena dengan damailah pembangunan bisa hadir. Keharmonisan terpelihara, dan apa yang sudah baik kita tingkatkan terus,” ungkapnya.
Perayaan Trisuci Waisak di Kabupaten Bone kali ini tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama di Bone. Umat Buddha dan masyarakat sekitar saling berinteraksi dengan penuh keakraban, menunjukkan betapa pentingnya hidup berdampingan dalam kerukunan dan saling menghormati.
Sementera Pengurus Vihara Dharma Palakka, Gede Widiamita, menyampaikan bahwa perayaan ini merupakan hari terbesar bagi umat Buddha untuk mengenang tiga peristiwa penting, yaitu kelahiran Buddha Sidarta Gautama, pencapaian menjadi Buddha, dan mangkatnya Sang Buddha.
Gede Widiamita menambahkan, tahun ini perayaan tidak hanya menggelar kebaktian, tetapi juga dirangkaikan dengan kegiatan pindapata. Pindapata, yang merupakan tradisi berbagi dengan sesama, diadakan dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kegiatan ini menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara umat Buddha dan masyarakat umum.
Tri Suci Waisak di Vihara Dharma Palakka tidak hanya menjadi perayaan religius, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat persatuan dan memperdalam nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” dengan Subtema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan, Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia” umat Buddha diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis. (Dhany)
Umat Buddha Kabupaten Bone Jelang Detik Tri Suci Waisak 2570 BEJalani Prosesi Pindappata





