WajahNegeri.Com, Bone – Dalam rangka menyongsong Peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE (Buddhis Era)/Tahun 2026, Pengurus Yayasan Vihara Dharma Palakka, Kabupaten dipimpin langsung Tokoh Spritual Buddha yang juga pendiri Vihara Dharma Palakka, Bhante Dammasubho Mahathera mengadakan kegiatan kerja bakti mulai halaman sampai ruang ibadah serta perabotan di Vihara, jl.Pepaya, Kel.Macege, Kec.Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Rabu (27/05/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan Buddha Subba Cita yang mengajak umat Buddha didunia untuk menebarkan semangat keberagaman yang damai dan berwawasan lingkungan.
Pelaksanaan bersih-bersih rumah ibadah di Vihara Dharma Palakka dilakukan Pengurus Yayasan, PSMTI dan Perempuan Buddha (Wandani)
Tokoh Spritual Buddha jauh jauh datang dari pondok labu, kec.cilandak, Jakarta Selatan demi kebersihan vihara pernah Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia dua periode 2000 s/d 2006 sampai saat ini aktif membimbing umat, ritual keagamaan, kerap menyampaikan ceramah mengenai kebahagiaan bathin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada rumah ibadah serta perwujudan nilai-nilai spiritual umat Buddha.
“Vesakha Sananda. Salah satu kegiatannya adalah membersihkan rumah ibadah.Ini adalah wujud kita bersama berbakti kepada keyakinan kita, rumah ibadah kita. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang nyata,” nya
Melalui kegiatan ini, dia berharap semangat gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan tempat suci dapat terus tumbuh dan menginspirasi masyarakat luas, terlebih menjelang Hari Raya Waisak 2570BE/2026 yang penuh makna.
Lalu bagaimana memaknai Kerja Bakti menyongsong Hari Tri Suci Waisak, ini penjelasannya:
Dalam rangka menyongsong datangnya Tri Suci Waisak 2570 BE, ummat Buddha didunia maupun suku bugis, satu bulan dimuka sudah mempersiapkan diri istilahnya indahnya Buddha Subba Cita artinya memperindah, mempercantik, merapikan, menata, berdandan menyambut satu bulan penuh, bulan purnama sebelumnya sampai bulan purnama Hari Waisak dengan 2 hal yang dilakukan mempersiapkan diri secara sosial kemasyarakatan bersih rumah ibadah, TPU, TMP, sumber air, lingkungan dll.
Kedua secara spritual keagamaan yang disiapkan bathinianya untuk mengikis nurani seperti Sidharta mencapai puncak Gautama karena telah mencapai penerangan sempurna bersih dari kekotoran bathin seperti keserakahan, kebersihan dan kedunguan jika masih dimiliki maka cacat kehidupan (sosial, moral dan spritual).
Cacat sosial diantaranya utang tidaj dibayar, pinjam tidak dikembalikan, janji tidak ditepati dan sebagainya.
Cacat moral bagi buddha ada 8 sila satu diantaranya berusaha menghindari pembunuhan makhluk hidup dll dan terakhir
Cacat spritual, sering uring uringan, menjelekkan sesama, saling menyalahkan dan sebagainya.
Hadir bersih bersih Natsir, Itje, Hani dan penghuni Vihara serta 5 lainnya (seorang perempuan, seorang remaja dan 3 Pria dewasa),
Sementara Ketua PSMTI Bone, Hakim Lewa memantau lewat CCTV sedang berobat di makassar namun tetap peduli kegiatan Kerja Bakti (Dhany)
Memaknai Hari Raya Tri Suci Waisak dengan Kerja Bakti, ini Penjelasan Bhante Dammasubho Mahathera





